Mon. Sep 26th, 2022

Pada tahun 1978, kerusuhan terjadi di Stadion The Den, London. Terjadi kerusuhan suporter setelah pertandingan perempat final FA Cup 1978 yang mempertemukan Millwall dan Ipswich Town. Bau-bau kerusuhan sudah mulai tercium mulai sejak menit ke-19 pertandingan.

Konflik Antara Suporter Bola Eropa

Wasit juga sempat menghentikan pertandingan karena suasana tribun Stadion The Den yang tidak kondusif dengan keributan antara kedua kubu suporter. Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan hasil kemenangan untuk Ipswich.

Baca Juga : Konflik Suporter Sepak Bola Indonesia

Setelah itu kerusuhan pun juga ikut lanjut mulai dari tribun, masuk ke lapangan pertandingan hingga menyebar sampai di luar stadion. Botol, pisau, batang besi sampai pecahan beton semua itu dipakai sebagai senjata dalam keributan antar suporter ini.

Suporter Liverpool Dengan Suporter Juventus

Tragedi Heysel terjadi saat sebelum berlangsungnya laga final Liga Champions 1984-1985 yang mempertemukan Liverpool vs Juventus di Stadion Heysel. Tragedi ini dibilang Heysel karena insiden yang melibatkan antarsuporter ini mengakibatkan banyak korban jiwa. Ada 39 jiwa orang yang meninggal dunia akibat tragedi ini.Tidak hanya itu, juga ada 600 orang lebih yang mengalami luka-luka saat itu.

Suporter Partizan Belgrade Dengan Suporter Vojvodina Novi Sad

Pada 2008, terjadi penembakan yang menewaskan seorang laki-laki di tengah tawuran yang terjadi antara pendukung Partizan Belgrade dan Vojvodina Novi Sad. Setelah satu tahun dari kejadian tersebut, seorang suporter tim Toulouse dari Perancis mendapatkan penganiayan pada saat laga terakhir di Liga Eropa.

Suporter Red Star Belgrade Dengan Suporter Partizan Belgrade

Pada akhir pekan (02/11/13), Red Star Belgrade dan Partizan Belgrade bertemu di kancah domestik Serbian SuperLiga. Red Star berhasil lebih unggul 1-0 atas Partizan lewat gol dari Milan Obradovic di babak pertama. Tetapi, hasil itu justru hanya menjadi pemanis headline di sejumlah media Eropa. Keributan antar kedua suporter Red Star dan supporter Partizan-lah yang berhasil mengundang perhatian. Sebelum babak pertama dimulai, suporter dari Partizan menyalakan kembang api.

Kemudian mereka melemparkan beberapa flare ke dalam lintasan atletik di sekitar lapangan stadion Marakana. Kericuhan itu lalu mengundang tim pemadam kebakaran ke dalam pertandingan, guna untuk memadamkan api di sekitar stadion Marakana. Bahkan wasit Milorad Mazic sampai terpaksa menghentikan laga selama sepuluh menit untuk meredam emosi antar suporter yang terlibat bentrok. Tetapi, hingga sekarang masih belum diketahui jumlah korbannya yang terluka akibat bentrok tersebut.

Suporter Inter Milan Dengan Suporter Lazio

Italia mengalami insiden tewas salah satu suporter pada November 2017. Dia adalah suporter Lazio, Gabriel Sandri. Gabriele Sandri terbunuh akibat peluru nyasar yang bersarang di lehernya.Gabriele Saat itu sedang perjalanan bersama temannya menuju Milan untuk menyaksikan Lazio bertanding. Disaat mereka melewati area Badio al Pino. Di sana terjadi keributan dengan suporter Juventus.

Di jalan seberang, Terdapat seorang polisi yang tengah berpatroli tiba untuk membubarkan massa. Gabriele lalu melompat ke mobil bersama teman-temannya. Spaccarotella atau polisi yang bertugas saat itu, mengejar Gabriele beserta teman-temannya. Spaccarotella berhenti dan menembakkan pistolnya dua kali. Menurut media-media yang ada di Italia, arah peluru tersebut tidak terkendali dan mengenai Gabriele Sandri tepat di leher dan membuat suporter tersebut tewas.

Suporter Montpellier Dengan Suporter Nimes

Prancis juga dihebohkan dengan keributan antar suporter di kompetisi sepak bola. Laga Ligue 1 Prancis antara kedua klub yang sama berasal dari wilayah Selatan, Montpellier Vs Nimes harus dihentikan pada pertandingan Minggu (30/09/18) akibatnya karena adanya kerusuhan antar supporter. Saat keadaan skor 2-0, Supporter-suporter langsung bereaksi dengan menyerbu lapangan, hal tersebut membuat pertandingan terpaksa harus dihentikan. Dampak dari kerusuhan yang terjadi ini adalah ada antara kedua supporter banyak yang mengalami luka-luka.

Suporter Italia Dengan Suporter Inggris

Dikutip dari artikel BBC, Senin, 12 Juli 2021. Kericuhan supporter Italia dengan supporter Inggris terjadi saat sebelum dan ketika pertandingan Italia Vs Inggris berlangsung. Laga itu awalnya bertahan 1-1 hingga babak perpanjangan waktu dan Italia yang akhirnya menjadi juara setelah menang 3-2 dalam adu penalti.Keributan itu terjadi di pintu masuk stadion. Sejumlah penonton tanpa tiket memaksa ingin masuk ke Stadion Wembley, dengan mendorong gerbang.

Polisi yang berjaga segera turun tangan, dan keadaan menjadi kacau balau. Sejumlah suporter berkelahi dengan petugas penjaga dan polisi saat berusaha menerobos gerbang. Bentrok antara suporter juga terjadi. Federasi sepak bola Inggris menyebutkan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan mereka yang terlibat dalam kericuhan tersebut telah memalukan timnas Inggris. Panitia pertandingan di Wembley tersebut pada awalnya membantah adanya insiden itu. Tetapi, akhirnya mereka meralat keterangannya.

“Terdapat pelanggaran keamanan dan sekelompok kecil orang masuk ke stadion. Kami sekarang sedang bekerja sama dengan penjaga stadion dan keamanan untuk memindahkan orang-orang ini. Siapa saja yang berada di dalam stadion tanpa tiket akan langsung dikeluarkan,” kata juru bicara panitia pertandingan.

Suporter Lens Dengan Suporter Lille

Liga Prancis ternoda dengan terjadinya aksi anarkis suporter dalam laga Lens vs Lille yang digelar di Stadion Felix Bollaert-Delelis, Sabtu (18/9/2021).Terjadi bentrok antara kedua suporter yang mengakibatkan laga sempat ditunda. Waktu itu, beberapa pendukung tuan rumah Lens menyerbu lapangan dan berusaha mengonfrontasi pendukung Lille.

Insiden itu terjadi pada saat turun minum. Ketika para pemain baru saja melakukan istirahat, para suporter malah tawuran. Suporter garis keras Lens membanjiri lapangan lalu mendekat ke sisi lain stadion, ke tempat suporter Lille. pendukung tim tamu yang tak terima pun meladeni keributan. Beberapa dari mereka memanjat pagar pembatas di tribun, aksi saling lempar-melempar pun tak dapat terhindarkan.

Akibat dari kejadian tersebut, suasana di stadion pun menjadi gaduh.Petugas keamanan yang berjaga berusaha mengurai tawuran dengan menyemprotkan air ke tengah lapangan. Kerusuhan pun akhirnya berhenti setelah pendukung Lens kembali ke tempat duduk mereka. Pertandingan antara Lille vs Lens pun dilanjutkan. Kerusuhan ini seakan mengingatkan kembali dengan kejadian beberapa waktu lalu di Liga Prancis. Dalam laga antara Nice vs Marseille di awal musim, juga telah terjadi bentrok antarsuporter.

Supporter Preston North End dengan Suporter Aston Villa

Sebuah pertandingan yang mempertemukan Antara Preston North End kontra Aston Villa pada 1885, tercatat di sejarah sebagai pertandingan dengan aksi kerusuhan yang sangat parah. Waktu itu Preston berhasil menang 5-0 atas Villa. Setelah peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan, penonton dan para supporter menggila. Kedua tim itu dilempari dengan menggunakan batu, diserang memakai tongkat, dipukul juga diludahi.

Salah satu pemain Preston bahkan ada yang digebuki dengan brutal oleh para suporter hingga tak sadarkan diri. Suporter Preston North End juga mencetak sejarah sebagai suporter yang melakukan keributan di luar pertandingan sepak bola. Kejadian ini terjadi setahun setelah kerusuhan dengan suporter dan pemain Aston Villa

By fbbagus