Mon. Sep 26th, 2022

Suporter Sepak bola Terbaik di Indonesia

Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling digemari di Indonesia. Dari anak-anak hingga orang tua dan anak muda, mereka pasti menyukai sepak bola. Setiap daerah di Indonesia memiliki klub andalan masing-masing, dan biasanya disebut sebagai suporter tim.

Suporter Sepak bola Terbaik di Indonesia

Di Inggris ada yang namanya hooligan, pendukung setia tim. Jumlah mereka sangat banyak dan luar biasa. Dan jangan lupa bahwa Indonesia juga memiliki suporter atau pendukung tim sepak bola yang begitu fanatik. Berikut adalah 10 julukan untuk suporter tim sepak bola terbaik dan terfavorit di Indonesia.

Baca Juga : Apakah Hooliganisme Sepakbola Inggris Bangkit Kembali?

Viking (Pendukung Persib)

The Viking Persib Club, juga dikenal sebagai Viking, adalah kelompok pendukung tim sepak bola Persib, didirikan pada 17 Juli 1993, sebelum organisasi dan kelompok pendukung klub di Indonesia mulai berkembang pada akhir 1990-an, Viking Persib Fan Club memiliki penerbangan. Pada 17 Juli 1993, kelompok pendukung Persib dengan anggota paling formal mengumumkan identitasnya.

Awalnya hanya segelintir Bobotoh yang setia menonton Persib di kandang maupun tandang. Viking kini dikenal sebagai kelompok pendukung terbesar di seluruh Indonesia dan Asia. Nama Viking sendiri terinspirasi dari suku Viking Skandinavia yang terkenal dengan kecintaannya pada penjelajahan.

Seiring berjalannya waktu, dari beberapa anggota, Viking kini memiliki lebih dari 70.000 anggota resmi yang tersebar di kota dan wilayah di Jawa Barat, bahkan ada satu distrik Viking di hampir setiap provinsi. Termasuk Jakarta yang ternyata dinaungi oleh rival Viking, yaitu The Jakmania, pendukung Jakarta.

Aremania (Pendukung Arema malang)

Aremania adalah nama komunitas suporter (fans) Arema Malang Football Club. Aremania tidak tergabung dalam satu organisasi PS Arema Malang, melainkan Aremania berdiri sendiri sebagai pendukung simpatisan Arema. Dengan demikian, Aremania tetap mandiri dalam segala urusan dan pembiayaannya.

Aremania adalah salah satu suporter terbaik di Indonesia. Dalam setiap pertandingan, baik di Malang maupun di luar Kotanya sendiri, Aremania selalu setia mendukung tim kesayangannya. Mereka tidak peduli jika tim mereka menang atau kalah, yang penting adalah mereka mendukung tim favorit mereka dengan cara yang sportif, menarik, dan penuh kasih.

Bonek (Penggemar Persebaya Surabaya)

Kata Bonek adalah akronim bahasa Jawa untuk Bondo Nekat dan merupakan salah satu atau lebih kelompok pendukung tim Persebaya Surabaya, meskipun kelompok pendukung tim tersebut memiliki nama resmi Yayasan Suporter Surabaya (YSS).

Istilah Bonek awalnya diciptakan oleh Harian Pagi Jawa Pos pada tahun 1989 untuk menggambarkan masuknya pendukung Persebaya ke Jakarta.

Secara tradisional, Bonek adalah yang pertama di Indonesia yang membawa pergi tradisi suporter tandang (suporter sepak bola yang menemani tim idolanya ke kota lain), seperti di Eropa. Dalam perkembangannya ternyata suporter tandang juga dibarengi adu mulut dengan suporter tim lawan. Tanpa ada yang tahu asal usulnya, Boneck menjadi radikal dan anarkis. Jika kita merujuk pada tahun 1988, ketika 25.000 Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya – Persija, tidak ada kerusuhan.

Jakmania (Penggemar Persija)

Jakmania adalah grup pendukung tim sepak bola Persija Jakarta yang dibentuk pada 19 Desember 1997 di Liga IV. Markas dan sekretariat Jakmania terletak di Stadion Lebak Bulus.

Setiap hari selasa dan jumat merupakan rutinitas para pengurus dan member The Jakmania berkumpul untuk membahas perkembangan Jakmania dan laporan dari berbagai bidang kepengurusan, jangan lupa untuk mendaftarkan member baru di rutin ini.

Ide membentuk The Jakmania datang dari Rasyid Ali, manajer Persija saat itu. Ide tersebut didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, yang saat itu adalah Sutiyoso

Pusamania (Pendukung Persisam Samarinda)

Pusamania adalah pendukung tim Persisam Putra Samarinda yang berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur. Warna kebanggaan Pusamania adalah oranye.

Berawal dari Bambang Nurdiansyah, mantan pemain nasional yang tergabung dalam Persatuan Sepak Bola Putra Mahakam (PUMA) pada pertengahan tahun 1994, saat permainan tersebut masih ditandai sebagai pertandingan “Kodak Galatama” 1994/1995.

Bang Bang adalah kota yang relatif kecil pada saat itu, jauh dari hiruk pikuk sepakbola Indonesia, dan terkejut bahwa virus sepakbola berkembang pesat di kota Samarinda. Pada tahun yang sama, terjadi perubahan mendasar dalam kepengurusan PS Putra Mahakam. Singkat cerita, PS Putra Mahakam berubah nama menjadi PS Putra Samalinda.

LA Mania (Suporter Persela Lamongan)

Tim asuhan Persela Lamongan ini sudah ada sejak lama. Tanggal berdirinya Persera masih dipertanyakan, namun banyak yang percaya bahwa Persera didirikan pada 18 Maret 1968. Awalnya, Persera tertahan di Divisi II. Namun, ketika Maskhuk menjadi bupati Ramongan, ia berusaha mengangkat nama  Persela.

Pada saat yang sama, muncul kelompok swadaya Persera. Ada Ramongan Fan Club (LFC) yang dipimpin oleh Andong, Mamak alias Gombes, Gandhi, Yahya, dll. Alex dari distrik Pukuku mendirikan Alex Fan Club dan banyak kelompok pendukung lainnya. Setelah Persera menjuarai divisi dua dan lolos ke divisi satu, muncul ide untuk menggabungkan kelompok suporter Persera. Jadi LA Mania lahir.

SMeCK Hooligan (Suporter PSMS Medan)

Pada tanggal 30 September 2003, tepatnya pada pukul 18.00 WIB hari Sabtu, Medan Shinta Kinantan Fan Club didirikan di Medan dengan tekad  yang teguh dan sumpah untuk mengintegrasikan visi dan misi yang berbeda.

SMeCK adalah salah satu kelompok pendukung sepak bola PSMS antusias yang muncul setelah berdirinya KAMPAK (Unit Lapangan Pecinta Ayam Kinantan). SMeCK terbentuk karena adanya perbedaan visi dan misi di lingkungan KAMPAK. Akibatnya, beberapa anggota  KAMPAK membatalkan keanggotaannya dan membentuk komunitas baru bernama SMeCK FC (Supporter Medan Shinta Kinantan Fan Club).

Seiring berjalannya waktu nama SMeCK FC diubah menjadi SMeCK Mania dan sebelumnya kembali menjadi SMeCK Hooligan. Hooligan adalah julukan untuk sekelompok penggemar sepak bola  Inggris dan diadopsi oleh SMeCK.

Panser Biru (Suporter PSIS Semarang)

Tragedi Diamond Building dan  Manahan  sangat penting bagi lahirnya Blue Tank. Ide awalnya adalah untuk membuat organisasi pendukung pertama yang menarik di Semarang bernama Panther Building di dua tempat ini.

Tragedi Manahan telah menjadi hantu bagi pemuda Semarang untuk membentuk  kelompok pendukung yang menarik dan kreatif. Bisa dimaklumi, tragedi Manahan tidak hanya menimbulkan banyak kerugian fisik, tetapi juga mental, karena  PSIS pertama kali diturunkan ke Divisi 1 saat Rigina dibentuk.

Pada 5 November 2000, pertemuan 75 penggemar PSIS yang bertepuk tangan sudah mulai mencari nama yang cocok untuk pembentukan organisasi. Usulan yang diberi nama Fans Bocah Semarang ini berasal dari Bocah Semarang Mania, anak Semarang Selatan, Semarang Biru (Panther Bill) dari Bocah Semarang Mania Diusulkan oleh pasukan pendukung. , Bokasemaran (Bokasemaran). ), Tiffosi, dll.

 Selain itu, telah diusulkan beberapa lagu yang akan  dinyanyikan saat PSIS bertanding di stadion. Pujian itu akhirnya  nama Benny Setiawan, Panzer Bill, mendapat banyak  suara dari fans PSIS, dan sejak  itu Panzer Bill terpilih sebagai nama organisasi pendukung sepak bola Semarang yang baru, saya buktikan.

The Macz Man (Suporter PSM Makasar)

Tak heran, PSM Makassar memiliki suporter yang antusias sebagai klub tertua di Indonesia. PSM, yang juga dikenal sebagai Rooster of the East, memiliki sekitar 24 kelompok pendukung, yang terbesar  adalah The Macz Man.

PSM Makassar adalah salah satu tim terkuat  Indonesia dan telah mewakili Indonesia dua kali di Liga Champions Asia. PSM Makassar adalah tim  paling stabil di liga Indonesia, dengan satu kemenangan, empat runner-up dan hanya satu final yang gagal. PSM Makassar adalah tim tertua di Indonesia.

Pasoepati (Suporter Pelita Jaya Solo)

Pasoepati merupakan kelompok suporter yang ada di kota Solo dan terbentuknya kelompok suporter ini tidak lepas dari keberadaan klub Pelita Jaya yang  bermarkas di kota Solo pada tahun 2000. Tepat pada tanggal 9 Februari 2000, sekelompok pendukung Perita lahir. Kelompok itu diberi nama  Soeporter Sejati Pelita militer, atau disingkat Pasopati.

Setelah Perita Club pindah markas,  Pasoepati kemudian dikabarkan telah membantu klub Persijatim Solo FC, namun demikian, Persijatim Solo akhirnya pindah markas lagi dan kemudian menjadi cikal bakal klub Sriwijaya FC. menjadi klub. Setelah Persis Solo Club dipromosikan ke liga-liga besar, Pasoepati akhirnya menjadi pendukung setianya hingga hari ini.